Sumur Resapan dengan Tangki Modular

Infiltration Tank small

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan, dapat berupa sumur, parit atau alur taman resapan. Kewajiban pembuatan sumur resapan bagi warga Jakarta telah diatur berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No 17/1996.

Namun dalam prakteknya, peraturan tersebut tidak dapat berjalan sebagaimana diharapkan, sehingga permasalahan air tanah di Jakarta telah mencapai titik kritis bahkan air tanah di Jakarta sudah tercemar dan tidak layak dikonsumsi.

Berbagai langkah telah dilakukan oleh pemerintah daerah seperti pencanangan gerakan 5R, yaitu reduce (menghemat), reuserecycle (mengolah kembali), recharge (mengisi kembali), dan recovery (memfungsikan kembali) sebagai satu upaya menjaga kelestarian cadangan air dan reuse (enggunakan kembali) untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Ibu Kota.

Tangki Modular

Apabila ditelusuri akar permasalahan mengapa berbagai upaya dan himbauan bahkan peraturan tidak dapat berjalan dengan baik, selain masalah kesadaran masyarakat, ternyata teknologi yang dianut selama ini untuk membuat sumur resapan masih mengadopsi teknologi lama sehingga sangat tidak praktis dan relatif mahal biayanya.

VersiTank

Sejalan dengan perkembangan teknologi, kini telah ditemukan sistim pembuatan sumur resapan modern dengan menggunakan tangki modular dari bahan polimer (plastik). Tidak seperti tangki model lama yang terbuat dari beton berlubang-lubang, tangki modern ini berbentuk kotak dan memiliki tingkat porositas (tembus air) yang sangat besar yaitu diatas 90%.

Kelebihan

Berbagai kelebihan tangki modular ini antara lain:

  • Sangat praktis karena datang dalam bentuk terurai, tinggal dirakit di lokasi pemasangan.
  • Sangat ringan dan tidak memerlukan peralatan berat untuk pemasangannya.
  • Sangat Ramah lingkungan (environmental friendly)
  • Sangat kuat, karena didesain mampu menahan beban kendaraan diatasnya (sampai 10 ton/m2)
  • Sangat praktis karena mempunyai berbagai dimensi/ukuran, sehingga mampu memenuhi seluruh kebutuhan, mulai dari hanya kapasitas 0.07 m3 sampai dengan ratusan bahkan ribuan m3.
  • Effisiensi biaya karena dapat menekan biaya penggalian, pengiriman dan instalasi.
  • Permukaan tangki memiliki tingkat peresapan air sangat tinggi mencapai diatas 90%.
  • Bebas perawatan
  • 1 m3 tangki modular dapat menampung 950 liter air

Fungsi

Selain sebagai  sumur resapan, tangki modular memiliki berbagai fungsi  lain diantaranya sebagai tangki penyimpanan air, heavy duty leach drain, kanal bawah tanah (underground channels), sistim drainase jalan raya dan lain sebagainya.

Instalasi

Instalasi atau pemasangan tangki modular relatif sangat mudah dan cepat. Untuk skala kecil, tidak memerlukan peralatan selain alat penggali dan tenaga manusia. Sedangkan pada skala sedang sampai besar, peralatan kerja yang dibutuhkan hanya alat penggali sejenis Bobcat™. Selebihnya dapat menggunakan tenaga manusia.

Masa Depan Sumur Resapan Dengan Tanki Modular

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh tangki modular, diharapkan program pemerintah daerah untuk pelestarian air tanah dengan kewajiban membuat sumur resapan dapat berjalan dengan baik. Karena dengan produk teknologi mutakhir ini, kapasitas sumur resapan dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau kemampuan/daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah dapat turut serta secara aktif terlibat dalam pembangunan sumur-sumur resapan dengan membangun sumur/tangki-tangki resapan berkapasitas besar di lahan-lahan terbuka seperti taman, trotoar dan area lainnya.

Contoh aplikasi tangki modular dalam skala besar

Material Ringan Untuk Drainase Taman Atap

Drainase yang baik dan penggunaan material yang ringan adalah dua dari beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat membangun taman atap. Material geokomposit yang terbuat dari bahan HDPE adalah solusinya.

Salah satu material yang digunakan pada struktur media tanam taman atap berteknologi konvensional adalah batu kali. Material yang dipasang sartu paket dengan ijuk ini, diletakkan di atas plat beton, setelah membrane waterproofing. Fungsinya adalah membentuk rongga-rongga pada lapisan media tanam, sehingga air dari permukaan media dapat mengalir ke bawah. Sedangkan ijuk yang diletakkan di atas lapisan batu kali, berfungsi sebagai filter, yaitu mengalirkan air ke bawah tetapi menahan butiran media tanam agar tidak menyumbat lubang pembuangan.

Akan tetapi penggunaan batu kali setebal 20 cm tersebut membuat beban pelat beton menjadi lebih berat. Karenanya, pada taman atap modern atau sering disebut roof garden ekstensif , material batu kali dan ijuk tidak digunakan lagi. Penggantinya adalah material drainage cell. Material dari bahan plastik ini biasanya dijual satu paket dengan lapisan “kain kelambu”, yang disebut geotextile, berfungsi sebagai filter menggantikan ijuk.

Ringan dan Kuat

Drainage cell 01

Drainage cell adalah salah satu produk yang dibuat dari material geokomposit. Geokomposit sendiri terbuat dari bahan plastik jenis HDPE (high density polyethylene), yang memiliki sifat elastis tetapi kuat. Selain sebagai drainage cell, plastik HDPE banyak dipakai pada elemen lanskap lain, seperti paving grass, pengganti grass block dari beton. Drainage cell Elmich yang diageni oleh PT. Trisigma Indonusa misalnya, mampu menahan beban hingga 100 ton/m2.

Sifat HDPE yang elastis juga menjadikan drainage cell dapat dibuat dalam berbagai bentuk, seperti lembaran maupun panel. Drainage cell berbentuk lembaran umumnya memiliki ketebalan 1 cm dengan berat kurang dari 1 kg/m2. Sedangkan yang berbentui panel (50 cm x 50 cm) memiliki tebal 3 cm dengan berat 2,5 – 3 kg/m2. Bandingkan jika menggunakan batu kali setebal 15-20 cm, akan menambah beban pada pelat beton 100-150 kg per m2.

Pada umumnya drainage cell setebal 1 cm digunakan pada tanaman berakar dangkal, misalnya tanaman groundcover. Sedangkan ketebalan 3 cm dipakai untuk tanaman berakar dalam, seperti tanaman berkayu.

Mudah Dipasang

Drainage cell - installationKelebihan lain dari drainage cell adalah mudah dipasang. Drainage cell berbentuk lembaran, cukup “digelar” di atas pelat beton, seperti menggelar karpet. Pada bagian lubang pembuangan air, drainage cell dipotong seukuran diameter lubang dan lubang diberik kawat untuk menahan lembaran geotextile.

Pada drainage cell berbentuk panel (50 cm x 50 cm), kita cukup menyusun panel-panel sehingga menutup permukaan lantai. Menghubungkan  panel drainage cell dengan panel lain, cukup dilakukan dengan mengaitkan dan mengunci pengait yang telah tersedia pada masing-masing panel.

Dapat  Menyimpan Air

Drainage cell tidak hanya sekedar melewatkan air dari atas permukaan media tanam ke bawah, tetapi  ada juga yang dapat menyimpan air. Air yang mengalir dari atas, sebagian besar ditampung pada bagian dasar cell yang berbentuk seperti mangkuk. Drainage cell ini biasanya digunakan pada taman atap, dimana tanamannya membutuhkan kelembaban pada sistim perakarannya.

Meski memiliki banyak kelebihan, pemakaian drainage cell sebagai subsistem taman atap di Indonesia masih relatif jarang, Ini disebabkan material ini masih diimpor. Sedangkan filter geotextile ada yang diimpor, ada juga yang produk lokal. Saat ini, drainage cell plus geotextile-nya, dijual dengan harga Rp. 80 ribu sampai Rp. 200 ribu per m2.

Taman Vertikal (Green Wall / Vertical Landscape)

SEMAKIN meningkatnya efek rumah kaca  terhadap pemanasan global menyebabkan dunia semakin panas sehingga berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia di planet bumi ini karena terjadinya perubahan iklim. Berbagai cara dan pola ditempuh manusia untuk mengurangi dampak rumah kaca tersebut seperti mengurangi pemakaian bahan yang menjadi penyebab  global warming, melakukan penanaman pohon (penghijauan), mendaur ulang sampah hingga menggantikan bahan bakar minyak bumi dengan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu upaya penting untuk menurunkan suhu bumi akibat efek negatif rumah kaca adalah dengan mengurangi pelepasan gas karbondioksida ke udara. Selain upaya makro seperti menanam pohon penghijau secara besar-besaran di sepanjang jalan dan lingkungan pemukiman khususnya di perkotaan, belakang ini usaha mikro mengurangi pemanasan global dapat dilakukan melalui banyak cara. Misalnya mendesain bangunan rumah itu sendiri dengan  bangunan  yang mengadopsi konsep green wall Taman Vertikal), atau memanfaatkan tanaman untuk menutupi bangunan baik secara horisontal maupun vertikal.

Pemanfaatan tanaman hijau pada permukaan bangunan vertikal cukup efektif menurunkan suhu dalam ruangan, juga berfungsi sebagai peredam suara bising dari luar dan dapat mengurangi polusi udara di sekitarnya. Desain rumah yang menyerupai boks persegi dengan “selubung tanam” pada hampir seluruh permukaan sehingga dari kejauhan tampak seperti tirai yang menyelimuti fasada bangunan. Kedua sisi lantai dasarnya dibiarkan terbuka sehingga pemakain kaca transparan tercipta interaksi dengan taman di sekitarnya.

Adapun permukaan seluruh fasada di dua lantai bagi bangunan tingkat tiga, di atasnya ditutupi tanaman cascade vernonia yang menjulur ke bawah. Untuk menampilkan keindahan ujung tanaman bisa dipangkas merata atau sesuai keinginan. Perlu diketahui rangka untuk penyangga tanaman  tersebut dibuat dari rangka box  plastik yang ditata mengelilingi struktur dinding bangunan utama. Struktur horisontal berfungsi untuk pijakan dapat memudakhan memelihara tanaman dan dibuat dengan konstruksi yang lebih kuat dan rapat. Sedangkan struktur vertikal hanya untuk menahan agar sulur tanaman yang menjuntai terlihat rata dan teratur. Boks tanaman terletak di dasar lantai II, atap lantai berupa boks berisi campuran tanah ringan. Jika struktur bangunan sudah terbentuk dari awal maka untuk boks tanaman yang terbuat dari bahan fiber (pastik) harus disangga dengan rangka besi yang ditempel rapat ke bangunan.

Perlu pula diatur jarak tanam supaya tidak terlalu tebal dan menutup rapat fasada. Untuk menghasilkan ketebalan ideal dibutuhkan waktu enam bulan sejak masa tanam jika dari tanaman stek yang panjangnya 50 cm. Sedangkan untuk mudahnya perawatan, sistem irigasi menggunakan sistem drip yang disalurkan dari saluran paralon terinstalasi secara merata pada planter box (boks tanaman). Selubung tanaman secara visual menunjang keindahan dan memberikan keunikan karakter pada bangunan tersebut.

Efek positif yang kentara adalah dapat menurunkan suhu termal terhadap interior bangunan. Karena dedaunan dapat mereduksi efek panas dari radiasi matahari. Sirkulasi udara yang mengalir melalui celah-celah sel kerangka plastik dan celah batang-batang tanaman. Selain itu suara bising dari luar juga dapat diredam.

Untuk mengetahui apa yang dapat kami berikan kepada anda untuk mewujudkan greenwall di proyek anda, silakan klik DISINI.

Go Green Indonesia

Indonesia yang hijau tentunya menjadi impian dan harapan kita semua. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya kita tidak dapat bergantung kepada pemerintah, mengingat masih begitu banyaknya permasalahan di republik ini. Karenanya, mengapa tidak memulainya dari kita sendiri.

Paling tidak bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita, seperti lingkungan rumah tinggal, komunitas atau perumahan sampai ke gedung yang sudah atau sedang kita bangun.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, sebenarnya saat ini telah banyak diciptakan berbagai barang pendukung untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri, dimana metode konvensional seperti penggunaan batu, batu kerikil dan ijuk sudah mulai ditinggalkan, digantikan dengan drainage cell modular dari bahan plastik yang sangat ringan namun kuat. Selain itu, media tanamnya tidak lagi melulu tanah merah yang memiliki banyak kelemahan, tetapi telah banyak dipakai media tanam campuran tanah, pasir, gravel, batu apung dan lain sebagainya, yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan tanah merah saja.

Guna mendukung anda mewujudkan Indonesia yang hijau, kami memenawarkan berbagai sistem modern untuk membuat bangunan anda, baik rumah, perkantoran, mall atau bangunan lainnya serta pelataran parkir anda hijau oleh tumbuhan, seperti:

  • Drainage Cell untuk membuat taman atap (roof garden) di dak rumah atau balcon dan atap gedung anda.
  • Turf Paving Cell untuk membuat sistim perkerasan rumput di car port, lapangan parkir, jalan lingkungan dan area terbuka lainnya.
  • Modular box planter untuk membuat taman vertikal (green wall atau vertical garden), yang akan menjadikan rumah atau gedung anda terlihat alami/natural.
  • Modular Tank untuk membuat sumur resapan atau tangki penyimpanan air bawah tanah yang ramah lingkungan dan merupakan bagian dari tata kelola atau manajemen air hujan (storm water management), dimana air hujan tidak lagi dibuang ke saluran pembungan/got/kali tetapi masuk ke tangki bawah tanah dan airnya akan diserap oleh tanah disekitarnya.

Mulailah menghijaukan Indonesia dengan menanam tumbuhan dimanapun anda berada, termasuk dengan membuat taman di gedung perkantoran, mall, rumah tinggal, dan lain sebagainya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.