Taman Vertikal (Green Wall / Vertical Landscape)

SEMAKIN meningkatnya efek rumah kaca  terhadap pemanasan global menyebabkan dunia semakin panas sehingga berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia di planet bumi ini karena terjadinya perubahan iklim. Berbagai cara dan pola ditempuh manusia untuk mengurangi dampak rumah kaca tersebut seperti mengurangi pemakaian bahan yang menjadi penyebab  global warming, melakukan penanaman pohon (penghijauan), mendaur ulang sampah hingga menggantikan bahan bakar minyak bumi dengan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu upaya penting untuk menurunkan suhu bumi akibat efek negatif rumah kaca adalah dengan mengurangi pelepasan gas karbondioksida ke udara. Selain upaya makro seperti menanam pohon penghijau secara besar-besaran di sepanjang jalan dan lingkungan pemukiman khususnya di perkotaan, belakang ini usaha mikro mengurangi pemanasan global dapat dilakukan melalui banyak cara. Misalnya mendesain bangunan rumah itu sendiri dengan  bangunan  yang mengadopsi konsep green wall Taman Vertikal), atau memanfaatkan tanaman untuk menutupi bangunan baik secara horisontal maupun vertikal.

Pemanfaatan tanaman hijau pada permukaan bangunan vertikal cukup efektif menurunkan suhu dalam ruangan, juga berfungsi sebagai peredam suara bising dari luar dan dapat mengurangi polusi udara di sekitarnya. Desain rumah yang menyerupai boks persegi dengan “selubung tanam” pada hampir seluruh permukaan sehingga dari kejauhan tampak seperti tirai yang menyelimuti fasada bangunan. Kedua sisi lantai dasarnya dibiarkan terbuka sehingga pemakain kaca transparan tercipta interaksi dengan taman di sekitarnya.

Adapun permukaan seluruh fasada di dua lantai bagi bangunan tingkat tiga, di atasnya ditutupi tanaman cascade vernonia yang menjulur ke bawah. Untuk menampilkan keindahan ujung tanaman bisa dipangkas merata atau sesuai keinginan. Perlu diketahui rangka untuk penyangga tanaman  tersebut dibuat dari rangka box  plastik yang ditata mengelilingi struktur dinding bangunan utama. Struktur horisontal berfungsi untuk pijakan dapat memudakhan memelihara tanaman dan dibuat dengan konstruksi yang lebih kuat dan rapat. Sedangkan struktur vertikal hanya untuk menahan agar sulur tanaman yang menjuntai terlihat rata dan teratur. Boks tanaman terletak di dasar lantai II, atap lantai berupa boks berisi campuran tanah ringan. Jika struktur bangunan sudah terbentuk dari awal maka untuk boks tanaman yang terbuat dari bahan fiber (pastik) harus disangga dengan rangka besi yang ditempel rapat ke bangunan.

Perlu pula diatur jarak tanam supaya tidak terlalu tebal dan menutup rapat fasada. Untuk menghasilkan ketebalan ideal dibutuhkan waktu enam bulan sejak masa tanam jika dari tanaman stek yang panjangnya 50 cm. Sedangkan untuk mudahnya perawatan, sistem irigasi menggunakan sistem drip yang disalurkan dari saluran paralon terinstalasi secara merata pada planter box (boks tanaman). Selubung tanaman secara visual menunjang keindahan dan memberikan keunikan karakter pada bangunan tersebut.

Efek positif yang kentara adalah dapat menurunkan suhu termal terhadap interior bangunan. Karena dedaunan dapat mereduksi efek panas dari radiasi matahari. Sirkulasi udara yang mengalir melalui celah-celah sel kerangka plastik dan celah batang-batang tanaman. Selain itu suara bising dari luar juga dapat diredam.

Untuk mengetahui apa yang dapat kami berikan kepada anda untuk mewujudkan greenwall di proyek anda, silakan klik DISINI.

1 Comment

  1. Very nice…. apakah di Indonesia sudah ada gedung atau bangunan dengan taman vertikal?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s